Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]


            Transportasi merupakan salah satu unsur yang menentukan pertumbuhan ekonomi dan sosial pada suatu desa, serta dapat mempengaruhi mobilitas informasi dan penduduk dari suatu desa ke desa lain. letak desa Semaan memang agak jauh dari akses jalan raya, pasar besar dan minimarket. Di desa Semaan memang tidak ada kendaraan umum yang beroperasi,  sehingga apabila bila warga  ingin pergi ke suatu tempat warga menggunakan kendaraan bermotor milik pribadi.
Tahun 2013 panjang jalan di desa Semaan adalah 3.250 Km yang merupakan jalan desa yang menghubungkan antara dusun yang satu dengan yang lain. Sedangkan fungsi jalan yang ada dengan tingkatan arteri primer, lokal sekunder, serta jalan lingkungan. Jalan-jalan tersebut dengan fungsi hubung sebagai berikut:
·         Jalan Arteri primer yaitu jalan utama yang menghungkan anatar Desa Semaan dengan wilayah kabupaten Sumenep, Ambunten, Pasongsongan, sampai ke Bangkalan.
·         Jalan Lokal Primer yaitu jalan yang menghubungkan antara kota kabupaten Sumenep dengan kota-kota Kecamatan.
·         Jalan lingkungan yaitu jalan yang menghubungkan antara perumahan penduduk di dalam satu kawasan permukiman.

Berikut data-data sarana dan prasarana Jalan Desa Semaan Tahun 2015 adalah :
No
Jenis Jalan
Panjang
Satuan
1
Jalan Negara Hotmix (Jalan Arteri)
2000
KM
2
Jalan Hotmix
1000
KM
3
Jalan Aspal
2000
KM
4
Jalan Makadam
3000
KM
5
Jalan Setapak
2000
KM
6
Jalan Kampung (Paving)
2000
KM

Jumlah
12000
KM
Data dari Review RPJM Desa Semaan Tahun 2015-2020
            Dengan kata lain, akses jalan penghubung antara satu dusun dengan dusun yang lainnya  di desa Semaan sudah bisa dibilang cukup memadai. Dengan adanya jalan yang sudah diaspal dapat mempermudah warga untuk pergi dari satu dusun ke dusun yang lain, ataupun dari satu daerah ke daerah lain. Namun demikian, akses aspal tersebut di beberapa tempat memang sudah ada yang rusak dan perlu perbaikan, misalnya saja akses jalan menuju pasar Dasuk . Masih terdapat jalan berlubang di beberapa titik.
            Di desa Semaan sendiri juga belum terdapat plang penunjuk jalan di setiap tikungan, tentunya hal ini akan mempersulit orang-orang baru atau para pendatang yang ingin pergi ke tempat wisata atau ke rumah Pak Kalebun dikarenakan banyak jalan tikungan atau jalan yang bercabangdi berbagai titik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]